Selamat Berlebaran, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Kami mengucapkan selamat Hari Raya Idhul Fitri dan memohon maaf lahir dan batin atas semua kekhilafan.

lebaran1

Peraturan Akademik 2012

Silakan unduhan Peraturan Akademik Unila 2012 dengan klik tautan di bawah ini.

PERATURAN-AKADEMIK-2012

Borang Berita Acara UAS

val writing

Bab 9 Ikhtisar (3)

Di manakah masalah penelitian dituliskan di dalam skripsi, tesis, dan disertasi?

Karena masalah penelitian merupakan unsur penting dalam struktur suatu proyek penelitian, ia mesti ditonjolkan dalam penulisan skripsi, tesis, dan disertasi. Umumnya masalah dituliskan di dalam bab pendahuluan, diikuti oleh alasan singkat tentang pentingnya masalah untuk diteliti (sebagai contoh, jika diteliti, jawaban atas masalah itu dapat memecahkan suatu persoalan), dan bagaimana masalah membutuhkan metodologi dan metode yang diterapkan. Lebih dari itu, pendahuluan lazim memaparkan isi bab-bab selanjutnya dan bagaimana masing-masingnya ikut berperan menjawab masalah penelitian.

Masalah penelitian juga dapat disajikan pada awal bagian empiris suatu laporan penelitian. Sebagai contoh, pada awal bab tentang metodologi, bab yang memuat hasil penelitian, dan muncul lagi di dalam bab kesimpulan. Masalah penelitian bisa terlahir dari kajian pustaka dan dituliskan pada akhir kajian pustaka tersebut. Hal itu berguna untuk menunjukkan bahwa rumusan masalahcukup rumit dan berakar dari kepustakaan yang tersedia.

Bagaimanakah masalah penelitian mesti dijawab?

Di suatu bagian dalam skripsi, tesis, atau disertasi, masalah penelitian (dan masalah subsidernya) harus dijawab. Meski sekalangan peneliti menggunakan pertanyaan retoris dalam naskah laporan mereka, cara itu mengundang risiko karena kalau suatu masalah diajukan dalam sebuah penelitian, mestilah dilakukan ikhtiar untuk menjawabnya–kecuali jika pertanyaan retoris itu lahir dari penelitian yang tengah dilakukan dan dipandang berguna untuk dikaji dalam penelitian mendatang. Konsep tentang masalah yang “dapat terjawab” merupakan kelaziman umum dalampenelitian. Bahkan kalaupun hal itu berarti sejumlah masalah yang lebih menarik, yang belum mungkin ditemukan jawabannya, terpaksa tidak dijawab.

Jawaban atas masalah penelitian dapat tersaji di bagian pembahasan dalam bab(atau bab-bab) hasil, di dalam bab pembahasan yang terpisah, dan/ atau di dalam kesimpulan. Semua masalah yang disajikan di paruh pertama suatu laporan penelitian harus dijawab.

Seandainya terdapat masalah subsider yang terkait erat dengan masalah utama, masalah itu harus dijawab lebih dulu. Sebaliknya, seandainya masalah subsider terkait jauh dengan masalah utama, masalah itu dapat dijawab setelah masalah utama dituntaskan.

[Sumber: Andrews, Richard. 2003. Research Questions. London: Continuum.] Selasa, 25 Desember 2012

Bab 9 Ikhtisar (2)

Menggarap masalah sekunder

Apa yang mesti dikerjakan terhadap masalah-masalah lain yang tidak terpilih? Haruskah dipertahankan untuk dimanfaatkan sebagai masalah sekunder, ataukah mesti dicampakkan dari rancangan penelitian yag tengah dikerjakan? Setelah memutuskan perkara yang dipaparkan pada paragraf sebelumnya, sekarang Anda perlu menentukan masalah sekunder macam apa yang tersisa. Apakah ada masalah sekunder, yang bisa mendukung masalah utama; dalam arti, jawaban atas masalah itu akan membantu Anda menjawab masalah utama; ataukah masalah itu bersifat melengkapi; dalam arti, timbul dari ikhtiar untukmenjawab masalah utama? Perbedaan sifat masalah itu penting karena berpengaruh terhadap cara menuliskan laporan tentang jawabannya.

Lebih jauh, bagaimanakah masalah subsider itu berkaitan satu sama lain dan berkaitan dengan masalah utama? Jika terdapat kaitan jelas dengan masalah utama, kaitan di antara masalah-masalah subsider lebih mudah digarap. Namun, masih perlu diperiksa kaitan antarmasalah subsider: apakah berkelompok ke dalamsubtopik? Apakah terdapat hubungan logis satu sama lainnya? Apakah terdapat masalah yang lebih penting daripada masalah lain?

 

Bagaimanakah masalah utama menentukan metode penelitian?

Bilamana masalah utama penelitian dan apapun masalah subsidernya sudah diperoleh, sebagian metodologi telah bisa ditentukan. Maka, Anda sudah dapat memilih metode penelitian, yang paling tepat untuk menjawab masalah utama.

Masalah-masalah yang menggunakan istilah “efek” sangat mungkin membutuhkan percobaan terkontrol karena biasanya itulah metode yang dianggap tepat untuk mengukur efek suatu intervensi. Masalah yang mengacu pada “dampak” atau “pengaruh” mungkin sekali mengharuskan Anda memeriksa sejumlah faktor sehingga Anda tidak dapat mengontrol faktor atau variabel seketat percobaan terkontrol (yang memerlukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol). Masalah-masalah yang berkenaan dengan sikap atau yang berusaha menentukan hakikat suatu kasus—seperti studi kasus—membutuhkan skala sikap dan serangkaian metode penelitian, yang beberapa di antaranya membawa penelitian ke arah hasil yang kualitatif. Dan ada pula masalah yang membutuhkan pendekatan kualitatif sepenuhnya. Sebagian pembimbingan dan ujian skripsi, tesis, atau disertasi ditujukan untuk mengetahui seberapa baik masalah penelitian selaras dengan metode yang diterapkan untuk menjawabnya.