Home » Ruang Baca » Bab 9 Ikhtisar (3)

Bab 9 Ikhtisar (3)

Di manakah masalah penelitian dituliskan di dalam skripsi, tesis, dan disertasi?

Karena masalah penelitian merupakan unsur penting dalam struktur suatu proyek penelitian, ia mesti ditonjolkan dalam penulisan skripsi, tesis, dan disertasi. Umumnya masalah dituliskan di dalam bab pendahuluan, diikuti oleh alasan singkat tentang pentingnya masalah untuk diteliti (sebagai contoh, jika diteliti, jawaban atas masalah itu dapat memecahkan suatu persoalan), dan bagaimana masalah membutuhkan metodologi dan metode yang diterapkan. Lebih dari itu, pendahuluan lazim memaparkan isi bab-bab selanjutnya dan bagaimana masing-masingnya ikut berperan menjawab masalah penelitian.

Masalah penelitian juga dapat disajikan pada awal bagian empiris suatu laporan penelitian. Sebagai contoh, pada awal bab tentang metodologi, bab yang memuat hasil penelitian, dan muncul lagi di dalam bab kesimpulan. Masalah penelitian bisa terlahir dari kajian pustaka dan dituliskan pada akhir kajian pustaka tersebut. Hal itu berguna untuk menunjukkan bahwa rumusan masalahcukup rumit dan berakar dari kepustakaan yang tersedia.

Bagaimanakah masalah penelitian mesti dijawab?

Di suatu bagian dalam skripsi, tesis, atau disertasi, masalah penelitian (dan masalah subsidernya) harus dijawab. Meski sekalangan peneliti menggunakan pertanyaan retoris dalam naskah laporan mereka, cara itu mengundang risiko karena kalau suatu masalah diajukan dalam sebuah penelitian, mestilah dilakukan ikhtiar untuk menjawabnya–kecuali jika pertanyaan retoris itu lahir dari penelitian yang tengah dilakukan dan dipandang berguna untuk dikaji dalam penelitian mendatang. Konsep tentang masalah yang “dapat terjawab” merupakan kelaziman umum dalampenelitian. Bahkan kalaupun hal itu berarti sejumlah masalah yang lebih menarik, yang belum mungkin ditemukan jawabannya, terpaksa tidak dijawab.

Jawaban atas masalah penelitian dapat tersaji di bagian pembahasan dalam bab(atau bab-bab) hasil, di dalam bab pembahasan yang terpisah, dan/ atau di dalam kesimpulan. Semua masalah yang disajikan di paruh pertama suatu laporan penelitian harus dijawab.

Seandainya terdapat masalah subsider yang terkait erat dengan masalah utama, masalah itu harus dijawab lebih dulu. Sebaliknya, seandainya masalah subsider terkait jauh dengan masalah utama, masalah itu dapat dijawab setelah masalah utama dituntaskan.

[Sumber: Andrews, Richard. 2003. Research Questions. London: Continuum.] Selasa, 25 Desember 2012