Home » Ruang Baca » Bab 9 Ikhtisar (2)

Bab 9 Ikhtisar (2)

Menggarap masalah sekunder

Apa yang mesti dikerjakan terhadap masalah-masalah lain yang tidak terpilih? Haruskah dipertahankan untuk dimanfaatkan sebagai masalah sekunder, ataukah mesti dicampakkan dari rancangan penelitian yag tengah dikerjakan? Setelah memutuskan perkara yang dipaparkan pada paragraf sebelumnya, sekarang Anda perlu menentukan masalah sekunder macam apa yang tersisa. Apakah ada masalah sekunder, yang bisa mendukung masalah utama; dalam arti, jawaban atas masalah itu akan membantu Anda menjawab masalah utama; ataukah masalah itu bersifat melengkapi; dalam arti, timbul dari ikhtiar untukmenjawab masalah utama? Perbedaan sifat masalah itu penting karena berpengaruh terhadap cara menuliskan laporan tentang jawabannya.

Lebih jauh, bagaimanakah masalah subsider itu berkaitan satu sama lain dan berkaitan dengan masalah utama? Jika terdapat kaitan jelas dengan masalah utama, kaitan di antara masalah-masalah subsider lebih mudah digarap. Namun, masih perlu diperiksa kaitan antarmasalah subsider: apakah berkelompok ke dalamsubtopik? Apakah terdapat hubungan logis satu sama lainnya? Apakah terdapat masalah yang lebih penting daripada masalah lain?

 

Bagaimanakah masalah utama menentukan metode penelitian?

Bilamana masalah utama penelitian dan apapun masalah subsidernya sudah diperoleh, sebagian metodologi telah bisa ditentukan. Maka, Anda sudah dapat memilih metode penelitian, yang paling tepat untuk menjawab masalah utama.

Masalah-masalah yang menggunakan istilah “efek” sangat mungkin membutuhkan percobaan terkontrol karena biasanya itulah metode yang dianggap tepat untuk mengukur efek suatu intervensi. Masalah yang mengacu pada “dampak” atau “pengaruh” mungkin sekali mengharuskan Anda memeriksa sejumlah faktor sehingga Anda tidak dapat mengontrol faktor atau variabel seketat percobaan terkontrol (yang memerlukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol). Masalah-masalah yang berkenaan dengan sikap atau yang berusaha menentukan hakikat suatu kasus—seperti studi kasus—membutuhkan skala sikap dan serangkaian metode penelitian, yang beberapa di antaranya membawa penelitian ke arah hasil yang kualitatif. Dan ada pula masalah yang membutuhkan pendekatan kualitatif sepenuhnya. Sebagian pembimbingan dan ujian skripsi, tesis, atau disertasi ditujukan untuk mengetahui seberapa baik masalah penelitian selaras dengan metode yang diterapkan untuk menjawabnya.